Entry: Arus! Pendek! Listrik! Monday, September 28, 2009



Mungkin otak saya sudah terlalu bebal untuk sedikit sensitif dan mengaitkan kejadian "arus pendek listrik" yang terjadi menjelang lebaran yang mengakibatkan terbakarnya pasar-pasar tradisional, dengan munculnya square-square atau mall-mall penggantinya tiap tahunnya. Baru kemarin saya sadar ketika sebuah pasar tradisional terbakar di daerah jatinangor. Setelahnya para pedagang "direlokasi" di tempat baru. Saya hanya sadar ketika mereka telah melakukan lelucon terlalu jauh: menempatkan para pedagang di lantai dasar dengan mengatakan semua pengunjung akan ke sana terlebih dahulu sebelum mengelilingi mall, sedangkan dari rancang bangunnya ekskalator utama langsung menuju ke lantai dua. Bukan tempat relokasi melainkan kios-kios baru untuk pedagang-pedagang yang jauh lebih besar. Persis sama dengan yang terjadi kepada salah satu keluarga saya yang kiosnya terbakar 2 bulan ramadhan yang lalu dan kini terpaksa harus membayar iuran bulanan untuk melunasi kios baru di tempat bernama 'Pasar Baru Square'.

Diantara ingatan saya akan puluhan pasar tradisional yang terbakar di seluruh pulau jawa ramadhan tahun ini, seorang anggota DPR yang duduk tepat di sebelah saya di Boeing 737 yang terbang ke Kalimantan ini mulai bercerita bahwa masalah utama pembangunan di kota minyak ini hanyalah masalah listrik. Pemetaan wilayah sudah dirancang kabarnya. Dan, bila nanti masalah listrik ini sudah teratasi, tinggal menunggu waktu saja bagi pasar-pasar tradisional yang kini masih berada didaerah pesisir laut itu untuk habis terbakar. Entah kapan, yang jelas di bulan ramadhan menjelang lebaran. Cepat atau lambat.

 

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments