Ini hari pertama saya di Pangandaran, sama sekali bukan
salah satu dari rencana perjalanan liar yang saya canangkan. Saya ada disini
karena tuntutan dari materi perkuliahan yang meminta penelitian lapangan di
salah satu mata kuliah. Menyebalkan pastinya, segala sesuatu yang berhubungan
dengan perkuliahan memang selalu membuat saya kesal, tapi dibanding dengan
perkuliahan dalam kelas yang selalu berhasil memaksa saya untuk duduk diam dan
hanya mendengarkan ceramah dosen, kuliah lapangan ini masih lebih baik. Berbekal
beberapa potong pakaian, uang 60 ribu rupiah, kamera digital, dan sebuah buku TheHedonism
Handbook karya Michael Flocker. Berdua dengan giyas—seorang teman saya yang
bahkan hanya membawa uang 8 ribu rupiah—kami berdua bertekad mendapat kesenangan
sebesar-besarnya dalam perjalanan ini dan sama sekali mengabaikan tuntutan
penelitian. Dimulai dengan video amatir yang kami buat, Giyas menutup rekaman
itu dengan optimis;
“gw berfirasat kita akan berbahagia disana, euphoria yang
mendalam”
****
Selalu ada suasana yang berbeda setiap kali saya berada
di dekat laut. Entah, meskipun pantai tersebut tidak seindah yang sering saya
lihat di layar televisi, mungkin pantainya tidak selandai yang ada di kuta,
pasirnya tidak putih dan airnya tidak sejernih yang ada di karibia, ombaknya
bukan idola para surfer seperi yang
ada di Australia, tidak seramai yang ada di California, ataupun tidak banyak
wanita berbikini seperti di brazil. Namun, selalu saja ada sesuatu yang
hampir-hampir mistis yang menyelimuti benak saya ketika berada di sana. Hanya
dengan mendengarkan deburan ombak dan merasakan semilir angin yang berhembus
sudah cukup untuk memaku saya sekedar duduk terdiam dan tersenyum sendirian
menikmati momen. Saya bukan sedang menikmati alam sambil bersyukur dan takjub
bagaimana hebatnya jika memang dia diciptakan dan berjalan dalam keteraturan.
Saya juga bukan sedang mengutuki orang-orang yang terus-menerus merusaknya.
Bukan, saya hanya sekedar menikmati momen-momen lampau yang telah terjadi di
sekitar saya, mengingat orang-orang yang pernah datang dan pergi di sekitar
saya dan hal-hal bodoh yang pernah saya lakukan. Saat-saat seperti inilah yang
sangat saya nikmati bila sedang sendirian di pinggir pantai. Lagipula, saya
tidak pernah memohon-mohon kepada para perusak itu untuk berhenti dengan
kesadaran mereka kok, mereka tidak akan
pernah bisa kan?
Pantai barat pangandaran, 21 Mei 2009/Pkl.21.11
wib