Photobucket


"huf..., at least I know I got unfinished business to settle in this world, and I can’t just walk away…"



   

<< May 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Monday, May 25, 2009
Awal

Ini hari pertama saya di Pangandaran, sama sekali bukan salah satu dari rencana perjalanan liar yang saya canangkan. Saya ada disini karena tuntutan dari materi perkuliahan yang meminta penelitian lapangan di salah satu mata kuliah. Menyebalkan pastinya, segala sesuatu yang berhubungan dengan perkuliahan memang selalu membuat saya kesal, tapi dibanding dengan perkuliahan dalam kelas yang selalu berhasil memaksa saya untuk duduk diam dan hanya mendengarkan ceramah dosen, kuliah lapangan ini masih lebih baik. Berbekal beberapa potong pakaian, uang 60 ribu rupiah, kamera digital, dan sebuah buku The Hedonism Handbook karya Michael Flocker. Berdua dengan giyas—seorang teman saya yang bahkan hanya membawa uang 8 ribu rupiah—kami berdua bertekad mendapat kesenangan sebesar-besarnya dalam perjalanan ini dan sama sekali mengabaikan tuntutan penelitian. Dimulai dengan video amatir yang kami buat, Giyas menutup rekaman itu dengan optimis;

“gw berfirasat kita akan berbahagia disana, euphoria yang mendalam”

****

Selalu ada suasana yang berbeda setiap kali saya berada di dekat laut. Entah, meskipun pantai tersebut tidak seindah yang sering saya lihat di layar televisi, mungkin pantainya tidak selandai yang ada di kuta, pasirnya tidak putih dan airnya tidak sejernih yang ada di karibia, ombaknya bukan idola para surfer seperi yang ada di Australia, tidak seramai yang ada di California, ataupun tidak banyak wanita berbikini seperti di brazil. Namun, selalu saja ada sesuatu yang hampir-hampir mistis yang menyelimuti benak saya ketika berada di sana. Hanya dengan mendengarkan deburan ombak dan merasakan semilir angin yang berhembus sudah cukup untuk memaku saya sekedar duduk terdiam dan tersenyum sendirian menikmati momen. Saya bukan sedang menikmati alam sambil bersyukur dan takjub bagaimana hebatnya jika memang dia diciptakan dan berjalan dalam keteraturan. Saya juga bukan sedang mengutuki orang-orang yang terus-menerus merusaknya. Bukan, saya hanya sekedar menikmati momen-momen lampau yang telah terjadi di sekitar saya, mengingat orang-orang yang pernah datang dan pergi di sekitar saya dan hal-hal bodoh yang pernah saya lakukan. Saat-saat seperti inilah yang sangat saya nikmati bila sedang sendirian di pinggir pantai. Lagipula, saya tidak pernah memohon-mohon kepada para perusak itu untuk berhenti dengan kesadaran mereka kok, mereka tidak akan pernah bisa kan?

Pantai barat pangandaran, 21 Mei 2009/Pkl.21.11 wib

Posted at 09:02 pm by ErmandarA

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry